JAKARTA – Dalam gebrakan yang menggemparkan dunia teknologi, startup asal Tiongkok, DeepSeek, baru-baru ini meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, DeepSeek-R1.
Model ini tidak hanya menawarkan kinerja yang luar biasa, tetapi juga biaya pengembangan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan model AI dari perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI.
Peluncuran ini telah menimbulkan gelombang optimisme di industri teknologi Tiongkok, sekaligus menekan nilai saham perusahaan teknologi raksasa seperti Nvidia, yang mengalami penurunan hingga 600 miliar dolar AS.
Baca juga: Polda Sulbar Suplai Air Bersih untuk Warga Mamuju yang Terdampak Banjir
Yang membuat DeepSeek-R1 begitu mencolok adalah efisiensinya. Model ini dikembangkan hanya dengan menggunakan 2.000 chip Nvidia H800 dan biaya sebesar 6 juta dolar AS. Menurut laporan, DeepSeek-R1 bekerja 20 hingga 50 kali lebih hemat biaya dibandingkan model AI milik OpenAI. Hal ini menunjukkan bahwa DeepSeek berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam efisiensi komputasi, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan AI.
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, dipuji sebagai salah satu tokoh kunci di balik kesuksesan ini. Ia bahkan dijuluki sebagai salah satu dari “tiga pahlawan kecerdasan buatan” di provinsi Guangdong, Tiongkok. Masyarakat Tiongkok, terutama di kalangan pengguna teknologi, menyerukan agar pemerintah memberikan dukungan lebih serius terhadap inovasi-inovasi seperti yang dilakukan oleh DeepSeek.
Keberhasilan DeepSeek-R1 tidak hanya menjadi kebanggaan nasional bagi Tiongkok, tetapi juga dianggap sebagai langkah penting dalam perlombaan global di bidang AI. Para analis teknologi percaya bahwa model ini berpotensi mengganggu dominasi perusahaan-perusahaan AS seperti OpenAI, Google, dan Microsoft dalam industri AI. Dengan biaya yang lebih rendah dan kinerja yang kompetitif, DeepSeek-R1 dapat membuka jalan baru bagi pengembangan teknologi di Asia, sekaligus menciptakan persaingan yang lebih seimbang di pasar global.
Baca juga: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Liang_Wenfeng
“DeepSeek-R1 adalah bukti bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan sumber daya yang besar. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan-perusahaan di Asia dapat bersaing dengan raksasa teknologi AS,” kata seorang analis teknologi yang berbasis di Singapura.
Ke depan, semua mata akan tertuju pada bagaimana DeepSeek dan perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok lainnya dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus berinovasi dan bersaing di panggung global. Sementara itu, dunia menunggu untuk melihat apakah DeepSeek-R1 akan menjadi game-changer yang sesungguhnya dalam industri AI.
(Berita12)







1 komentar