Hari Buruh di Mamasa, GMNI Hidupkan Nasionalisme Humanis Bung Karno

Mamasa349 Dilihat

MAMASA, Berita12.com – Hari Buruh, Momentum Menghidupkan Kembali Semangat Nasionalisme Humanis ala Bung Karno.

Peringatan Hari Buruh di Mamasa tahun ini menjadi panggung refleksi yang lebih dalam, bukan sekadar seremoni tahunan.

Bukan hanya soal tuntutan upah dan jam kerja yang layak, tapi juga tentang bagaimana kita memahami ulang makna nasionalisme dalam konteks perjuangan buruh hari ini.

Bung Karno pernah menyampaikan bahwa nasionalisme sejati bukan hanya berpijak pada semangat kebangsaan semata, tapi juga harus menyentuh nilai-nilai kemanusiaan secara universal.

“Nasionalismeku adalah peri-kemanusiaan,” demikian spirit yang diwariskan Sang Proklamator. Sebuah pandangan yang menempatkan nasib manusia termasuk buruh sebagai inti dari perjuangan bangsa.

Semangat itu pula yang coba dihidupkan kembali oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamasa.

Dalam momentum Hari Buruh ini, GMNI menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) dengan tema “Melahirkan Kader Marhaenis Dalam Upaya Melenyapkan Sterilitas Gerakan Mahasiswa di Bumi Kondosapata’.”

Melalui kegiatan ini, para calon anggota dibekali dengan pemahaman mendalam soal Marhaenisme dan Nasionalisme, dua nilai utama dalam ideologi perjuangan GMNI.

Harapannya, kader GMNI tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah gerakan mahasiswa, tetapi mampu bergerak nyata dalam memperjuangkan keadilan sosial, terutama bagi kaum pekerja.

“Kita ingin kader-kader GMNI tetap teguh pada cita-cita organisasi. Ideologi bukan sekadar hafalan, tapi harus menjadi arah dalam gerakan nyata yang berpihak pada rakyat, khususnya buruh,” ujar salah satu pengurus GMNI Mamasa. Kamis, (1/5/2025).

GMNI menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garda depan memperjuangkan hak-hak buruh. Kesejahteraan, keadilan, serta regulasi kerja yang manusiawi adalah bentuk konkret dari nasionalisme yang berpihak pada rakyat—sebagaimana diajarkan Bung Karno.

Di tengah dinamika demonstrasi dan suara tuntutan yang menggema setiap 1 Mei, GMNI memilih jalur penguatan ideologi dan kaderisasi. Sebuah langkah jangka panjang dalam mencetak pejuang-pejuang muda yang tak hanya berpikir, tetapi juga bertindak demi kemanusiaan dan keadilan sosial.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *