MAMUJU, Berita12.com – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju menggelar aksi kreatif yang tak biasa.
Mereka menyampaikan ucapan selamat melalui persembahan karangan bunga, namun bukan sekadar simbol perayaan di dalamnya terselip tuntutan serius yang mereka sebut sebagai “kado spesial” untuk sang gubernur.
Ketua GMNI Mamuju, Adam Jauri, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus ekspresi kecintaan terhadap daerah.
Baca juga: Mahasiswa Hukum Unsulbar Deklarasi Tolak Tambang di Kalukku-Korossa
“Kami ingin memberikan sesuatu yang berkesan di momen ulang tahun Gubernur. Tapi ucapan kami juga bermuatan harapan dan tuntutan. Ini bentuk cinta kami kepada rakyat Sulbar dan dorongan agar pemerintah lebih tajam dalam bekerja,” ujarnya. Minggu, (11/5/2025)
GMNI menyuarakan tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk mencabut izin tambang pasir yang beroperasi di sepanjang wilayah pesisir Jazirah Manakarra. Kedua, mereka menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) DND Hydro Ecopower yang direncanakan di kawasan Bonehau–Kalumpang. Ketiga, GMNI mendorong sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menyediakan lahan strategis dan permanen bagi para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pantai Manakarra.
Baca juga: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Mahasiswa_Nasional_Indonesia
Menurut GMNI, tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, hak-hak rakyat kecil, dan penataan ruang kota yang inklusif.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya menerima ucapan selamat, tetapi juga mendengar suara rakyat yang disampaikan melalui simbolisasi aksi ini.
(Berita12)








