Miris ! Seluruh Pendapatan Penjualan Minyak Mentah Venezuela Akan di Setor Ke Departemen Keuangan Amerika Serikat 

Berita12.com — Amerika Serikat telah menyatakan akan mengendalikan penjualan minyak mentah Venezuela tanpa batas waktu. Sementara Keuntungan minyak tidak akan lagi disalurkan melalui rekening di Qatar, demikian pengumuman Menteri Energi AS Chris Wright, Sabtu (28/2/2026).

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pada hari Jumat kemarin ,bahwa pendapatan dari minyak Venezuela akan disetorkan langsung ke Departemen Keuangan AS dan tidak lagi melalui rekening di Qatar, seperti yang awalnya dilakukan.

“Dua minggu lalu, Departemen Keuangan menyatakan akan berhenti menggunakan rekening yang dibuka di Qatar, yang selalu dikendalikan oleh pemerintah AS, untuk menyimpan dana dan kemudian mengirimkannya dari sana ke Venezuela,” ujar Wright dilansir dari dw.com, Sabtu (28/2/2026).

“Setelah penangkapan Nicolás Maduro, pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil alih penjualan minyak mentah Venezuela, yang sudah melebihi 1 miliar dolar AS dan dapat berlipat ganda dalam beberapa bulan mendatang,” imbuh Wright.

Sejauh ini, minyak tersebut ditujukan untuk kilang-kilang di AS dan Eropa, kata sekretaris itu.

Amerika Serikat menyetorkan $500 juta dari penjualan minyak awal ke rekening Qatar sebelum mentransfer dana tersebut ke Venezuela.

Washington telah menyatakan akan mengendalikan penjualan minyak mentah negara Amerika Selatan itu tanpa batas waktu, sehingga mekanisme pengelolaan dana yang diperoleh dari penjualan minyak mentah tersebut menjadi perhatian publik.

Para anggota Partai Demokrat di Kongres mempertanyakan transparansi perjanjian tersebut.

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dan Anggota Kongres Adam Schiff memperkenalkan rancangan undang-undang pada 11 Februari yang akan memerintahkan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) untuk menyelidiki penanganan pemerintahan Trump terhadap keuntungan dari penjualan jutaan barel minyak Venezuela.

Wright berada di Venezuela pada pertengahan Februari , di mana ia bertemu dengan penjabat presiden negara itu, Delcy Rodríguez, dengan tujuan mempromosikan perjanjian energi jangka panjang yang “bersejarah”.

Menteri dan Presiden Donald Trump, yang mengunjungi Texas diperkirakan akan menyoroti kemajuan energi yang telah dicapai oleh Gedung Putih.

 

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *