Proyek Puluhan WC di Malunda Diduga “Siluman”

Majene114 Dilihat

BERITA12.COM — Pembangunan puluhan unit toilet atau WC di Kelurahan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan. Pasalnya, proyek tersebut diduga berjalan tanpa transparansi yang memadai dan bahkan disebut-sebut sebagai proyek “siluman”. Selasa, (20/10/2026).

Sorotan itu muncul lantaran pihak Kelurahan Malunda mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai proyek pembangunan tersebut. Kepala Kelurahan Malunda disebut tidak pernah menerima pemberitahuan terkait pelaksanaan pembangunan WC yang berlangsung di wilayahnya.

Selain itu, informasi mengenai proyek tersebut juga dinilai minim. Hingga pembangunan berlangsung, tidak terlihat papan informasi proyek yang mencantumkan besaran anggaran, sumber pendanaan, jumlah unit yang dibangun maupun pihak pelaksana.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik, terutama karena pembangunan fasilitas sanitasi yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya dapat diketahui masyarakat secara terbuka.

Sekcam Disebut Kelola Pekerjaan

Seorang pekerja yang juga menjabat sebagai kepala lingkungan di lokasi pembangunan mengatakan proyek tersebut dikelola langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Malunda, Yusriah.

Menurut keterangan pekerja tersebut, Yusriah disebut menjadi pihak yang menyuplai sejumlah material untuk pembangunan WC.

Ia juga menyebut keterlibatan Sekcam Malunda tersebut berkaitan dengan adanya kewenangan yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Majene.

Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen kepada pihak Dinas PU Majene.

Saat dikonfirmasi, Sekcam Malunda Yusriah membenarkan adanya pembangunan WC di wilayah Kelurahan Malunda.

Namun, ia membantah dirinya sebagai pelaksana proyek.

“Saya hanya membantu dinda, bukan pelaksana,” kata Yusriah. (19/10).

Ia menjelaskan, keterlibatannya sebatas membantu mencarikan warga yang menjadi penerima manfaat pembangunan WC tersebut.

Dinas PU Majene Belum Beri Penjelasan

Untuk memastikan mekanisme pelaksanaan proyek, sumber anggaran, jumlah unit serta pihak yang bertanggung jawab, wartawan kemudian menghubungi Kepala Dinas PU Kabupaten Majene, Muhammad Muflih.

Namun hingga berita ini disusun, konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp belum mendapatkan tanggapan. Pesan yang dikirim juga belum terkirim atau masih menunjukkan tanda centang satu.

Belum ada penjelasan resmi dari Dinas PU Majene mengenai dasar pelaksanaan pembangunan WC tersebut, termasuk apakah proyek itu merupakan pekerjaan swakelola, siapa kelompok pelaksananya, berapa nilai anggarannya, serta berapa jumlah unit yang dibangun.

Mekanisme Swakelola Dipertanyakan

Proyek pembangunan fasilitas sanitasi seperti WC menjadi perhatian karena dalam sejumlah program pemerintah, pekerjaan semacam ini dapat dilaksanakan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan masyarakat atau kelompok penerima manfaat.

Karena itu, transparansi mengenai sumber anggaran, jumlah unit, penerima manfaat, mekanisme pelaksanaan dan pihak yang bertanggung jawab menjadi penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan.

Tidak adanya papan informasi di lokasi juga membuat masyarakat kesulitan mengetahui informasi dasar mengenai proyek tersebut.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Dinas PU Kabupaten Majene mengenai proyek pembangunan puluhan WC di Kelurahan Malunda.

Berita ini akan diperbarui setelah pihak Dinas PU Majene memberikan klarifikasi terkait proyek tersebut.

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *