Ribuan Warga Tumpah Ruah di Karnaval Budaya Bulan Mamase, 17 Kecamatan Tampil Memukau

Mamasa143 Dilihat

Berita12.com — Ribuan warga dari 17 kecamatan memadati kawasan depan Kantor DPRD Kabupaten Mamasa sejak pagi, Senin (6/4/2026), untuk mengikuti karnaval budaya dalam rangka perayaan Bulan Mamase yang digelar memperingati Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Mamasa.

Kegiatan yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya ini menjadi pesta rakyat berskala daerah yang menampilkan kekayaan budaya, tradisi, serta potensi lokal dari seluruh kecamatan di Mamasa.

Sekitar pukul 08.00 WITA, rombongan peserta resmi dilepas Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman. Parade kemudian bergerak dari depan Kantor DPRD menuju Tribun Kondosapata’ dengan berjalan kaki, diiringi musik tradisional khas daerah.

Sepanjang rute hingga area tribun utama, peserta menampilkan beragam atraksi budaya, mulai dari pakaian adat, tarian tradisional, musik bambu, hingga pameran hasil pertanian unggulan dari masing-masing wilayah.

Kecamatan Pana’ menjadi rombongan pembuka dengan sekitar 200 peserta yang menampilkan ragam busana adat Mamasa serta tarian burake. Disusul Kecamatan Tabang dengan pertunjukan musik tulali yang dipadukan dengan tari tradisional.

Atraksi berlanjut dari Kecamatan Nosu yang menampilkan parade gendang sebagai simbol penyelesaian persoalan secara damai dalam kehidupan masyarakat setempat.

Sementara Kecamatan Mamasa tampil dengan jumlah peserta terbesar, sekitar 500 orang, menghadirkan kreasi busana adat seperti tagari Mamasa dan ulu karua, lengkap dengan iringan musik bambu tradisional.

Kecamatan lainnya juga menampilkan kekhasan masing-masing, seperti:

  • Sesenapadang dengan musik bumbu dan tari manganda’
  • Tabulahan dengan busana adat motif dei dan tari sumayo
  • Tawalian dengan tari malluya
  • Mambi dengan tari pa’jaka
  • Mehalaan dengan festival rebana serta pameran hasil tani
  • Aralle dengan tari pa’jaga bernuansa persatuan lintas tokoh agama
  • Bambang dengan permainan tradisional tenta (engklang)
  • Tandukalua dengan kreasi kostum dan musik bambu
  • Balla dengan tari bulu londong dan malya serta hasil pertanian dan tenun lokal
  • Buntu Malangka dengan tari kalunteba’
  • Rantebulahan Timur dengan tari panganda’
  • Sumarorong dengan tari burake dan hasil bumi daerah
  • Messawa sebagai penutup dengan tradisi ma’pateka pangngan serta simbol ular sawah yang menggambarkan sejarah wilayahnya

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Bulan Mamase telah ditetapkan sebagai agenda tahunan daerah yang bertujuan menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkenalkan Mamasa lebih luas.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi diaspora Mamasa untuk pulang kampung dan berkontribusi melalui gagasan pembangunan daerah.

“Event Bulan Mamase ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan masyarakat Mamasa, termasuk diaspora yang kembali pulang untuk berbagi gagasan demi kemajuan daerah,” ujarnya.

Melalui festival budaya ini, Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap identitas budaya lokal tetap terjaga sekaligus semakin dikenal di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *