Sejarah Ringkas Salabose

Uncategorized275 Dilihat

Oleh: Ainun Rahma Nur

(Penulis adalah Mahasiswa STAIN Majene, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Semester 3)

OPINI – Salabose dikenal sebagai Poralle, sebuah wilayah yang dipimpin oleh Tomakaka, orang yang dihormati karena kebijaksanaannya. Masyarakatnya memiliki kepercayaan dan aturan hidup sendiri, dan perselisihan diselesaikan dengan cara yang mungkin kita anggap sebagai “hukum rimba”.

Wilayah Banggae sendiri terdiri dari empat bagian yang masing-masing dipimpin oleh Tomakaka, namun Poralle menjadi pusat karena dianggap paling maju. Perubahan besar terjadi ketika Syekh Abdul Mannan, seorang ulama dari Jawa Timur, datang membawa ajaran Islam. Kedatangan beliau, baik dengan rombongan atau dibawa oleh seorang pelaut Mandar, mengubah arah sejarah Salabose.

Peran iMoro Daengta di Masigi sangat penting dalam penyebaran Islam. Sebelum Syekh datang, ia sudah tertarik dengan Islam dan bertekad mengubah sistem yang ada. Dalam perjalanannya mencari ilmu, ia bertemu dengan Syekh Abdul Mannan dan membawanya ke Mandar. Namun, kedatangan Syekh tidak serta merta diterima. Ia harus menghadapi ujian dari Tomakaka kedua, Daengta iMilanto, yaitu menghunus keris pusaka. Syekh berhasil, dan sejak itu Islam mulai diterima di Salabose.

Masjid Purbakala Syekh Abdul Mannan didirikan sebagai pusat pendidikan agama dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang Islam di wilayah ini.

Hingga kini, Salabose dianggap sebagai wilayah yang sakral. Makam Syekh Abdul Mannan selalu ramai dikunjungi peziarah. Masyarakat setempat percaya bahwa Syekh masih hidup dan melaksanakan shalat Jumat di Mekah.

Kisah-kisah keramat Syekh, seperti pembuatan sumur di Sallombo, menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas Salabose. Peninggalan-peninggalan sejarah ini menjadi pengingat akan perjalanan Salabose dalam menerima Islam dan membentuk budaya yang unik.

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *