Sekjen FPN Ingatkan Bahaya Jebakan Imperialisme di Tengah Polemik Pernyataan Presiden Soal Palestina

Jakarta173 Dilihat

JAKARTA, Berita12.com — Pernyataan Presiden RI terkait isu Israel-Palestina yang disampaikan di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron menuai sorotan.

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, angkat suara dan mengingatkan publik agar tidak lengah terhadap potensi jebakan kolonialisme dan imperialisme dalam dinamika diplomasi global.

“Selama ini, Indonesia, termasuk Presiden Prabowo, secara konsisten menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Hal itu terlihat dalam berbagai pidato yang tegas menolak apartheid dan imperialisme,” ujar Furqan kepada media, Sabtu (31/5).

Namun ia mengingatkan, dalam dunia diplomasi yang kompleks, ketidaktepatan penggunaan narasi atau pilihan kata bisa menimbulkan persepsi keliru yang dimanfaatkan oleh kekuatan imperialis.

Baca juga: FPN Dukung Prabowo Galang Persatuan Lawan Imperialisme Global

“Komitmen Indonesia terhadap Palestina harus dijaga secara utuh dan hati-hati. Jangan sampai pendekatan normatif yang ambigu membuka ruang interpretasi seolah ada perubahan haluan politik luar negeri kita,” tegasnya.

Furqan menilai, Indonesia harus tetap memegang prinsip tidak melakukan normalisasi hubungan dengan Israel selama hak-hak rakyat Palestina belum sepenuhnya ditegakkan.

Sikap ini, menurutnya, bukan sekadar solidaritas politik, melainkan bagian dari amanat konstitusi dan sejarah panjang bangsa Indonesia dalam menentang kolonialisme.

“Dalam konteks global saat ini, Palestina menjadi simbol perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Sedangkan Israel, justru menjadi representasi dari kekuatan kolonial modern,” paparnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Serukan Israel untuk Akui Negara Palestina

Furqan juga menyoroti kebijakan Israel yang kian represif terhadap warga Palestina, termasuk blokade Gaza, penghancuran infrastruktur sipil, dan rencana pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Bahkan, menurutnya, pernyataan terbuka dari para pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mencerminkan niatan untuk mengosongkan Gaza, bukan menyelesaikan konflik secara adil.

“Semua ini menunjukkan bahwa Israel tidak pernah serius dengan solusi dua negara. Sebaliknya, mereka justru menuju terbentuknya ‘Israel Raya’,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Furqan menyerukan agar komunitas internasional, termasuk Indonesia, mendorong pertanggungjawaban hukum atas tindakan Israel melalui Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

“Israel harus diadili atas kejahatan genosida terhadap rakyat Palestina. Hanya dengan itu keadilan bisa ditegakkan,” pungkasnya.

(AMC)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *