Berita12.com – Bulan Mamase di Kabupaten Mamasa tak hanya menghadirkan suasana hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus tumbuh dan beradaptasi di tengah geliat ekonomi daerah.
Di kawasan tribun Lapangan Lapangan Kondosapata, aktivitas lapak kuliner UMKM terlihat semakin ramai. Kehadiran berbagai agenda yang dipusatkan di lokasi tersebut menjadi magnet bagi warga untuk datang, sekaligus menggerakkan roda perekonomian para pelaku usaha lokal.
Bagi masyarakat Mamasa, UMKM kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Tidak hanya menopang kebutuhan ekonomi keluarga pelaku usaha, sektor ini juga menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku kuliner yang menjajakan makanan khas daerah.
Momentum itu semakin terasa dengan antusiasme warga yang memberikan dukungan kepada Elsa dalam ajang The Icon Indonesia. Dukungan itu ditunjukkan dengan pemasangan spanduk dan baliho di sekitar area lapak kuliner UMKM, tepat di tengah pusat aktivitas masyarakat.
Tak hanya sebatas dukungan visual, warga juga memadati kawasan tribun Lapangan Kondosapata untuk menggelar nonton bareng (nobar) penampilan Elsa di program The Icon Indonesia yang tayang di SCTV.
Sejumlah pemilik stan kuliner mengaku, setiap kegiatan yang dipusatkan di area lapak UMKM berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka.
“Kalau ada kegiatan olahraga, festival, atau event lainnya di sini, pengunjung pasti ramai dan pendapatan kami ikut naik,” ujar salah satu pemilik stan kuliner. Sabtu, (25/6/2026).
Meski tanpa event besar, lapak kuliner UMKM di kawasan tersebut tetap buka setiap hari. Beragam menu khas Mamasa disajikan, mulai dari makanan tradisional hingga aneka sajian modern dengan racikan bumbu rempah yang menjadi ciri khas kuliner lokal. Selain itu, kopi khas Mamasa atau yang dikenal sebagai Kawa Mamasa juga menjadi salah satu menu favorit pengunjung.
Nama Mamasa sendiri semakin dikenal luas setelah Elsa memperkenalkan kopi khas daerah serta potensi wisata pegunungan Mamasa saat tampil di panggung The Icon Indonesia pada 21 April lalu. Penampilan itu mendapat perhatian besar, tidak hanya dari masyarakat Mamasa, tetapi juga diaspora Mamasa di berbagai daerah.
Dari pantauan di lapangan, dukungan terhadap Elsa berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di lapak kuliner UMKM. Pemerintah daerah bersama masyarakat tampak memanfaatkan momentum Bulan Mamase sebagai ruang promosi budaya, ekonomi kreatif, dan potensi wisata daerah. (*)












