Ungkap Dugaan Penipuan Revitalisasi Sekolah Rp540 Juta, Ilham Mengaku Dianiaya

Majene21 Dilihat

BERITA12.COM — Ilham, warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) yang sebelumnya mengungkap dugaan penipuan berkedok program revitalisasi sekolah senilai Rp540 juta, mengaku menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa tersebut diungkapkan Ilham saat ditemui di Puskesmas Lembang, Majene, Jumat malam (30/10/2026). Saat itu, ia tengah menjalani perawatan akibat luka yang disebutnya dialami dalam peristiwa tersebut.

Ilham mengaku kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WITA. Saat keluar dari rumah, ia mengatakan dihampiri seorang pria yang disebutnya bernama Darmawan di jalan samping Kafe NF, Majene.

“Saya di jalan berada di samping Kafe NF Majene. Nawesomi Baro bayu mane nalellerria,” ujar Ilham sambil menahan rasa sakit.

Ilham kemudian mengaku dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke rumah pria tersebut. Namun, ketika mendapatkan kesempatan, ia berusaha melarikan diri.

Upaya itu, kata Ilham, justru membuat dirinya kembali dikejar. Ia mengaku terjatuh saat melarikan diri dan kemudian mengalami pemukulan beberapa kali.

“Saya lari dari rumahnya, saya dikejar lalu saya jatuh. Saya dipukul lagi beberapa kali,” tuturnya.

Setelah kejadian tersebut, Ilham mengaku mendapat pertolongan dari seorang warga. Ia kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Lembang.

“Saya sudah divisum, dan ada polisi juga di sini di puskesmas sekitar tujuh orang,” katanya.

Akibat kejadian itu, Ilham mengalami luka memar dan pembengkakan di bagian kepala.

Dikaitkan dengan Pengungkapan Dugaan Penipuan

Kasus dugaan penganiayaan ini mendapat perhatian LSM Merdeka Manakarra Sulbar. Lembaga tersebut menyatakan prihatin atas kondisi Ilham yang disebut sedang menjalani perawatan.

Ketua LSM Merdeka Manakarra, Andika Putra, menyebut sebelumnya telah menyampaikan informasi kepada kepolisian mengenai dugaan intimidasi terhadap Ilham setelah yang bersangkutan mengungkap dugaan penipuan yang mengatasnamakan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene.

“Kami telah mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan kepada yang bersangkutan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Andika.

Ia mendesak Polres Majene segera menyelidiki kasus tersebut secara profesional, termasuk mengungkap identitas serta motif pihak yang diduga terlibat.

LSM Merdeka Manakarra juga meminta aparat menindak tegas pihak yang nantinya terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.

Selain itu, keselamatan Ilham dan keluarganya diminta menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

“Jangan sampai masyarakat yang berani mengungkap dugaan penyimpangan justru merasa terancam ketika mencari keadilan,” kata Andika

Andika berharap kasus tersebut ditangani secara transparan dan tuntas tanpa tebang pilih.

Hingga berita ini ditulis, Belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi dan motif kejadian tersebut. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *