BALIKPAPAN, Berita12.com — Puluhan warga yang tergabung dalam Komunitas Balikpapan Peduli Palestina kembali menggelar aksi damai di pertigaan Plaza Balikpapan, Jumat sore (13/2/2026).
Aksi tersebut tidak hanya menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, tetapi juga menyatakan solidaritas kepada Republik Islam Iran.
Aksi yang digelar di salah satu titik keramaian kota itu berlangsung tertib dan mendapat perhatian pengguna jalan. Berdasarkan siaran pers yang diterima redaksi, massa kembali mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi secara menyeluruh keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP), lembaga yang dibentuk atas inisiatif Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Selain menyoroti BoP, para peserta aksi menyatakan dukungan terhadap Republik Islam Iran yang mereka nilai konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menentang penjajahan Israel dengan dukungan Amerika Serikat.
Salah satu orator aksi, Husain, mengatakan sikap tersebut sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan. Menurutnya, dukungan diberikan kepada siapa pun yang dianggap berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme.
“Konstitusi kita tegas menolak penjajahan. Oleh karena itu, siapa pun yang berjuang melawan penjajahan akan kami dukung. Kami menyatakan dukungan kepada Republik Islam Iran yang dinilai teguh melawan penjajahan dan imperialisme Amerika Serikat,” ujar Husain di hadapan peserta aksi.
Dukungan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam beberapa kesempatan, Donald Trump disebut melontarkan ancaman militer terhadap Iran, yang dinilai berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah dan berdampak pada situasi global.
Pemerintah Iran sendiri secara terbuka mengutuk ancaman tersebut dan menyatakan siap memberikan respons tegas apabila terjadi serangan. Situasi ini, menurut para peserta aksi, menjadi bagian dari konteks global yang turut memengaruhi perjuangan rakyat Palestina.
Aksi damai di Balikpapan itu berlangsung tanpa insiden dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Massa menyampaikan aspirasi secara bergantian sebelum akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
(Berita12)






