Balikpapan, Berita12.com — Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Zionisme menggelar aksi solidaritas memperingati Hari Al‑Quds Internasional 2026 di Kota Balikpapan, Jumat (13/3/2026) sore.
Aksi tersebut dipusatkan di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan setelah massa melakukan long march dari Taman Bekapai menuju lokasi aksi.
Sekitar pukul 15.30 WITA, peserta aksi mulai berkumpul sambil membawa spanduk dan poster yang berisi pesan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Kegiatan itu mengusung tema “Konstitusi Indonesia: Kembalikan Hak Palestina, Stop Normalisasi Berkedok Perdamaian.”
Koordinator lapangan aksi, Alamsyah, mengatakan peringatan Hari Al-Quds menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi konflik berkepanjangan.
“Aksi ini menjadi momentum untuk menyuarakan kembali dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan,” ujar Alamsyah kepada wartawan di sela kegiatan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan kepada peserta aksi, aliansi masyarakat sipil tersebut menilai peringatan Hari Al-Quds tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Mereka menyoroti situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang dinilai semakin memburuk akibat konflik berkepanjangan dan blokade wilayah. Massa aksi juga menyerukan penghentian praktik yang mereka sebut sebagai pembersihan etnis serta mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata melindungi warga sipil.
Selain itu, aliansi tersebut turut menyinggung peran sejumlah negara besar dalam dinamika konflik kawasan, termasuk Amerika Serikat, yang dalam pernyataan mereka disebut memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan situasi politik dan militer di Timur Tengah.
Dalam aksi tersebut, peserta juga mengajak masyarakat memperkuat solidaritas global melalui berbagai cara, termasuk kampanye boikot terhadap produk yang dianggap berkaitan dengan entitas yang terlibat dalam konflik.
Mereka juga menolak upaya normalisasi hubungan dengan pihak yang dinilai masih melakukan pendudukan wilayah Palestina.
Peringatan Hari Al-Quds Internasional sendiri diperingati setiap tahun oleh berbagai kelompok masyarakat di sejumlah negara sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan solidaritas terhadap rakyat yang terdampak konflik di kawasan tersebut.
(Berita12)






