Asap Makin Pekat, Pemkab Mamasa Rekomendasikan Sekolah Belajar Daring

Mamasa69 Dilihat

Berita12.com – Penyebaran asap di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 15 Oktober 2026, kualitas udara di Mamasa telah masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Mamasa menggelar rapat koordinasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas langkah penanganan dampak penyebaran asap.

Rapat dipimpin Bupati Mamasa Welem Sambolangi dan dihadiri Sekretaris Daerah Mamasa H. Muhammad Syukur serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut yakni merekomendasikan sekolah di seluruh tingkatan di bawah Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk menerapkan pembelajaran secara daring pada 16-17 Oktober 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi paparan asap terhadap anak-anak, khususnya para pelajar.

“Anak sekolah dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar rumah, diimbau menggunakan masker,” demikian hasil rapat TRC Kebencanaan Mamasa.

Pemkab juga meminta orang tua dan pihak terkait memfasilitasi ketersediaan masker bagi anak-anak selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Tak hanya pelajar, masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Larangan Bakar Lahan

Di tengah kondisi udara yang memburuk, Pemkab Mamasa juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.

Aktivitas pembakaran dikhawatirkan memperparah penyebaran asap sekaligus meningkatkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Seluruh pemangku kepentingan diminta aktif menyosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah pembakaran lahan secara sengaja.

Masyarakat juga didorong melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui adanya pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan atau hutan.

Sementara itu, jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat pemerintahan diminta menjadi contoh dengan tetap menggunakan masker dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mereka juga diminta mengajak masyarakat di lingkungan masing-masing untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan selama kondisi udara masih terdampak asap.

Bupati Turun Bagikan Masker

Usai rapat koordinasi, Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa Ny. Adel Welem, jajaran Forkopimda, dan OPD terkait turun langsung ke lapangan.

Mereka membagikan masker kepada masyarakat di sekitar Lapangan Kondosapata dan Taman Kota Mamasa.

Pembagian masker tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran penggunaan masker selama kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat.

Pemkab Mamasa mengimbau masyarakat tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang dapat memperburuk kondisi udara. (*)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *