Jembatan Perintis Garuda Segera Dibangun, Harapan Warga Tapango dan Tapango Barat Kembali Terbuka
POLEWALI MANDAR – Harapan masyarakat Desa Tapango dan Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, untuk kembali memiliki akses penghubung antarwilayah segera terealisasi. Setelah jembatan gantung yang menjadi akses utama kedua desa hanyut diterjang banjir pada Januari 2021, kini pemerintah melalui program Jembatan Perintis Garuda bersama TNI dan masyarakat bersiap membangun kembali infrastruktur penghubung tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan pembangunan, personel TNI dari Kodim 1402/Polman bersama masyarakat setempat menggelar doa bersama di lokasi pembangunan, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sehari setelah peninjauan lokasi, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan aman, lancar, serta dapat diselesaikan sesuai rencana.
Kegiatan doa bersama berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Personel TNI dan warga berbaur di lokasi yang nantinya menjadi titik pembangunan jembatan. Momentum tersebut sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda akan segera dilaksanakan untuk menggantikan jembatan gantung yang sebelumnya rusak dan hanyut akibat banjir pada Januari 2021.
“Insya Allah, segera kita kerjakan Jembatan Perintis Garuda untuk mengganti jembatan yang hanyut pascabanjir enam tahun lalu,” ujar Letkol Ikhwan.
Ia juga mengharapkan dukungan masyarakat Desa Tapango dan Tapango Barat, khususnya dalam bentuk doa, partisipasi, serta kerja sama selama proses pembangunan berlangsung.
“Mohon doa dan kerja sama masyarakat Desa Tapango dan Tapango Barat. Karena ini merupakan pekerjaan padat karya, sehingga pengerjaannya akan dilakukan bersama masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan padat karya yang mengedepankan partisipasi warga. Selain mendukung kelancaran pekerjaan fisik, pola tersebut juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.
Pembangunan kembali jembatan ini memiliki arti strategis bagi masyarakat kedua desa. Terputusnya akses penghubung sejak 2021 telah menjadi persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan agar mobilitas warga dapat kembali berlangsung lebih mudah dan efisien.
Dengan hadirnya jembatan baru, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya.
Melalui sinergi TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak sekadar menjadi upaya pemulihan infrastruktur pascabencana, tetapi juga menjadi sarana peningkatan konektivitas wilayah serta penguatan kesejahteraan masyarakat di Desa Tapango dan Tapango Barat.
Semangat gotong royong yang terbangun dalam proses tersebut menjadi modal sosial penting untuk mewujudkan pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*sy/A)







