Kang Diki Prediksi Tahun 2026 Jadi Zona Potensi Meningkatnya Ketegangan Perang di Timur Tengah

Agama, NASIONAL233 Dilihat

Subang, Berita12.com — Pendiri Majelis GAZA, Diki Candra mengungkapkan pikirannya tentang roadmap akhir zaman yang menurutnya tahun 2026 adalah awal disrupsi global berbasiskan Mubasyirat, Kamis (12/3/2026).

Dalam karyanya yang berjudul “Risalah Blueprint dan Roadmap Strategis Global”,  Kang Diki panggilan akrabnya menuliskan bahwa tahun 2026 meliputi awal kekacauan terstruktur, percepatan konflik, tekanan ekonomi, seleksi spiritual, pembentukan komunitas inti, persiapan perlindungan, serta munculnya figur pemersatu skala terbatas.

Dalam model eskatologi, kata Kang Diki ini disebut fase berkumpulnya tanda-tanda (Phase of Convergence). Belum klimaks, namun dunia mulai bergerak menuju periode berat.

“Mungkinkah kondisi serangan AS-Israel ke Iran pekan ini menjadi salah satu fakta yang kongkrit atas Mubasyirat akhir zaman? Fase ini menunjukkan fase pra-malhamah, bukan perang final,” kata Kang Diki.

Dalam Qur’an telah dijelaskan: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41).

Makna akademiknya adalah kerusakan global adalah fenomena sistemik, bukan kebetulan. Dalam hal ini, terdapat hadits yang relevan. Para sahabat bertanya: apa itu harj? Beliau menjawab: “pembunuhan, pembunuhan.” — HR. Bukhari no. 7062

“Saya prediksi bahwa pada 2026 adalah Zona berpotensi meningkatnya ketegangan dan perang Timur Tengah, Selatan, Laut China Selatan dan Eropa Timur. Bahkan, Tahun 2026 kemungkinan menjadi pemicu perang dunia, Terjadi perang lebih besar dari tahun sebelumnya, Perang proxy meningkat, Retorika nuklir naik. Ini selaras dengan model geopolitik modern tentang Great Power Competition (persaingan antar negara adidaya),” jelasnya.

”Pada fase itu, terjadi Krisis Ekonomi Global Gelombang Baru yang ditandai dengan fenomena antara lain: Kekurangan, Antrean, Bangunan mewah kosong, Orang kehilangan pekerjaan, tempat perlindungan sederhana. dan lainnya,” imbuhnya.

Kang Diki juga mengutip pendapat, Ibnu Sirin: “Sempitnya tempat tinggal dalam mimpi isyarat kesempitan hidup.” (Rujukan: Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam, cetakan Dar al-Ma’rifah).

Dalam Qur’an Allah sudah menjelaskan;“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, dan kekurangan harta.” — QS. Al-Baqarah: 155

Proyeksi Risiko utama 2026 antara lain : Utang di banyak negara meningkat, Inflasi structural, Deglobalisasi, Supply chain terfragmentasi. Banyak ekonom menyebut fase ini sebagai: “age of permanent instability.”

Menurut Kang Diki, setelah itu akan terjadi Penyaringan Spiritual Umat (Great Filtering) untuk menuju tahun 2030 sebagai fase lahirnya Tatanan Baru Takdir Allah. Urutan makro bila disusun adalah sebagai berikut: Tahun 2026 → Awal disrupsi, Tahun 2027 → Percepatan krisis, Tahun 2028 → Titik belok peradaban baru. Tahun 2029 → Guncangan besar global.

“Maka fenomena akhir zaman menempatkan tahun 2030 = awal stabilisasi setelah badai. Namun stabil bukan berarti mudah, melainkan dunia sudah berubah bentuk. Dalam teori sejarah panjang, ini sering disebut Post-Crisis Reordering,” pungkasnya.

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *