Wapres Gibran Soroti Sekolah Rusak di Mamasa: “Kurang Banget, Ini Rusak”

Mamasa40 Dilihat

BERITA12.COM — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyoroti kondisi fasilitas pendidikan saat meninjau SMA Negeri 1 Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang tengah menjalani proses revitalisasi. Ia juga berdialog dengan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mamasa, Deswita Maharani T. Karaeng, untuk mendengar aspirasi siswa terkait kebutuhan fasilitas penunjang pembelajaran.

Deswita menyampaikan sejumlah fasilitas yang masih dibutuhkan sekolah. Di antaranya perlengkapan olahraga seperti net dan ring basket, serta peralatan musik modern untuk mendukung kegiatan seni siswa.

“Di sini saya ingin menyampaikan aspirasi dari teman-teman tentang fasilitas sekolah yang masih kurang. Pertama fasilitas olahraga, seperti net kemudian ring basket. Kemudian fasilitas untuk ruang seni. Jujur sekali, fasilitas ruang seni masih sangat kurang, terutama alat musik modern,” ujar Deswita.

Mendengar aspirasi tersebut, Gibran mengakui kondisi bangunan sekolah membutuhkan perhatian. Ia mengatakan pemerintah akan melanjutkan program revitalisasi untuk memperbaiki sarana pendidikan di sekolah tersebut.

“Kurang banget, ini rusak. Makanya kita ke sini. Nanti kita revitalisasi. Saya mohon maaf, ini sekolahnya sampai seperti ini. Katanya dari tahun 80. Nanti kita perbaiki,” kata Gibran.

Menurut Gibran, perbaikan tidak hanya menyasar bangunan sekolah. Pemerintah juga akan memperhatikan fasilitas pendukung yang dibutuhkan siswa, termasuk peralatan olahraga, alat musik, hingga fasilitas musala.

“Gedungnya nanti kita perbaiki. Kemarin baru dicicil berapa gedung? Tiga gedung. Nanti kita perbaiki. Sama alat musik, alat olahraga, sama yang musala,” ujarnya.

Lanjut ke Mamuju

Setelah meninjau SMA Negeri 1 Mamasa, Gibran melanjutkan kunjungan ke SD Negeri Samak di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Di sekolah tersebut, Wapres melihat kondisi fasilitas pendidikan sekaligus berinteraksi dengan guru dan siswa. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan pendidikan di daerah mendapat perhatian secara langsung.

Gibran menegaskan, pemerataan pendidikan tidak boleh terhambat oleh letak geografis. Anak-anak yang tinggal di luar Pulau Jawa, kata dia, harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.

“Pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan layanan pendidikan yang lebih merata,” ujar Gibran.

Ia menekankan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Karena itu, pembangunan pendidikan menurutnya tidak cukup hanya dengan memperbaiki gedung sekolah. Berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar juga harus dipenuhi.

Kebutuhan tersebut mencakup ruang kelas yang layak, tenaga pendidik, fasilitas kesehatan, hingga sanitasi yang memadai agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.

“Siswa di luar Pulau Jawa juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses layanan pendidikan berkualitas, termasuk dukungan fasilitas belajar mengajar, ketersediaan guru, fasilitas kesehatan, dan sanitasi,” tegasnya.

Kunjungan Wapres ke Mamasa dan Mamuju menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi pendidikan di daerah sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat sekolah.

Pemerintah diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik sekolah, tetapi juga memastikan fasilitas penunjang dan kebutuhan siswa terpenuhi.

Langkah tersebut dinilai penting agar peningkatan kualitas pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh siswa di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. (arb)

 

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *