MAMASA, Berita12.com — Perjalanan panjang dua pria asal Sulawesi Selatan, Ronal dan Tetta, akhirnya berbuah manis. Setelah menempuh perjalanan jalan kaki selama 21 hari dari Parepare, keduanya tiba di Kabupaten Mamasa dan disambut langsung oleh Bupati Mamasa Welem Sambolangi di Rumah Jabatan Bupati, Minggu dini hari (25/1/2026).
Penyambutan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Ny. Adel Welem, sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan ketekunan Ronal dan Tetta yang memilih Mamasa sebagai titik akhir perjalanan mereka.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyebut kedatangan dua pejalan kaki itu sebagai sebuah kebanggaan bagi daerah yang dipimpinnya.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Mereka berjalan kaki dari Parepare selama 21 hari dan finis di Mamasa. Ini bukan perjalanan biasa,” ujar Welem.
Menurutnya, kehadiran Ronal dan Tetta diharapkan dapat menjadi sarana promosi wisata Mamasa ke tingkat nasional hingga internasional.
“Kami berharap melalui mereka, dunia luar mengetahui bahwa Mamasa adalah destinasi wisata. Banyak hal yang bisa dikunjungi di sini, mulai dari wisata alam, kuliner, UMKM, hingga adat, budaya, seni, dan kerajinan tangan yang bisa menjadi oleh-oleh,” kata Welem.
Ronal mengungkapkan, selama perjalanan menuju Mamasa, ia dan rekannya tidak mengalami kendala berarti, meski hanya berjalan kaki dengan mengenakan sandal.
“Tidak ada kendala berarti di perjalanan. Kami memang sengaja memilih Mamasa sebagai titik finis karena Mamasa memiliki surga yang tersembunyi,” ujar Ronal.
Ia berharap Mamasa semakin dikenal luas sebagai daerah yang aman, damai, dan sejuk, serta layak menjadi tujuan wisata.
Ronal dan Tetta berencana mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Mamasa dan mendokumentasikannya untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.
“Mamasa punya keindahan yang tidak mudah dilupakan. Banyak orang belum tahu, padahal ini luar biasa,” ucapnya.
Keduanya juga mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Mamasa.
“Sejak memasuki Mamasa, kami disambut warga dengan ramah. Bahkan kami tidak menyangka bisa disambut langsung oleh Bupati. Keramahan masyarakat dan udara dingin yang sejuk akan selalu kami ingat,” tutup Ronal.
(Berita12)












