Dokter di Mamasa Ancam Mogok Kerja, Gaji dan Insentif Belum Dibayar

Mamasa607 Dilihat

MAMASA – Puluhan dokter kontrak di Kabupaten Mamasa mengancam akan kembali mogok kerja akibat gaji dan insentif yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa.

Hingga kini, para dokter mengaku belum menerima hak mereka selama enam bulan terakhir, bahkan sejak tahun 2024.

Tak hanya gaji dan insentif, BPJS Non-Kapitasi selama sembilan bulan juga belum dicairkan. Kondisi ini semakin memperburuk situasi tenaga medis di wilayah tersebut.

“Jangankan gaji dan insentif, Pak. BPJS Non-Kapitasi juga belum dicairkan selama sembilan bulan,” ujar salah satu dokter yang meminta namanya dirahasiakan saat ditemui pada Sabtu (18/01/2025).

Dokter tersebut menjelaskan bahwa pertemuan dengan Pemda Mamasa sebenarnya telah dilakukan sebelumnya. Pada Desember 2024, mereka bertemu dengan Penjabat (Pj) Bupati Mamasa dan Sekretaris Daerah (Sekda). Namun, janji pencairan pada akhir tahun lalu tak kunjung terealisasi.

“Kami sudah bertemu dengan Pj Bupati Desember lalu di rumah jabatan. Saat itu dijanjikan gaji akan dicairkan akhir bulan, tapi hingga sekarang belum ada realisasi,” tambahnya.

Upaya untuk mengonfirmasi langsung ke Pj Bupati Mamasa belum membuahkan hasil. Pihak wartawan mencoba menghubungi melalui telepon dan aplikasi WhatsApp, tetapi tidak mendapat respons.

Para dokter berharap Pemda Mamasa segera menuntaskan masalah ini demi menjaga pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamasa. Wartawan akan terus berupaya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak terkait. (arb)

(Berita12)

https://www.berita12.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0010-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *