MAJENE, Berita12.com – Mahasiswa Sulbar Ikuti Pelatihan Gerakan Sosial Bareng FPN dan DEMA STAIN Majene.
Lebih dari 230 mahasiswa dari berbagai organisasi kampus di wilayah Majene dan Polewali Mandar ambil bagian dalam Pelatihan Gerakan Sosial Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Free Palestine Network (FPN) Pokja Majene dan Polman bekerja sama dengan Dewan Mahasiswa (DEMA) STAIN Majene.
Kegiatan yang akan digelar pada Sabtu, 31 Mei 2025, pukul 08.00 hingga 16.00 WITA ini akan berlangsung di Aula Gedung TPD 5 STAIN Majene.
Baca juga: Sekjen FPN Ingatkan Bahaya Jebakan Imperialisme di Tengah Polemik Pernyataan Presiden Soal Palestina
Dalam pelatihan ini, mahasiswa dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai metodologi gerakan sosial, baik dalam konteks isu-isu lokal maupun global seperti perjuangan rakyat Palestina.
Furqan AMC, aktivis reformasi 1998 sekaligus CEO Kabar Kampus, hadir sebagai pemateri utama. Selain menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FPN, ia juga dikenal sebagai Sekjen Geostrategy Study Club (GSC) yang aktif dalam pengkajian isu-isu strategis internasional.
“Pelatihan ini penting untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa dan memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Tak kurang dari 236 peserta telah mendaftar hingga penutupan registrasi, mewakili 50 lebih organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di Sulawesi Barat, termasuk STAIN Majene, Unsulbar, Unasman, STIKES, dan ITBM Polman. Keikutsertaan mereka menjadi bukti nyata antusiasme generasi muda terhadap isu sosial dan kemanusiaan.
Baca juga: FPN Bentuk POKJA di 67 Daerah, Perkuat Dukungan untuk Palestina
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami teori gerakan sosial, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dalam berbagai kegiatan advokasi dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah strategis untuk membangun jaringan gerakan mahasiswa lintas kampus, memperkuat solidaritas, dan mendorong munculnya gagasan-gagasan progresif demi perubahan sosial yang lebih luas.
(Berita12)











